PERTUKARAN BELAJAR IBI DARMAJAYA DENGAN TAHIDLAN
Ujung atap Kuil Mahabhodi, Bodh Gaya, Bihar,
India, dilapisi emas (19/3/2014). Kuil ini diyakini dibangun oleh raja
Asoka 250 tahun setelah Sang Buddha mendapat pencerahan. Emas seberat
290 kg di ujung atap sumbangan dari Raja Thailand. TEMPO/Suryo Wibowo
KOMUNIKA, Lampung -
Tiga Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Lampung,
Syarip Hidayat, Ilfa Marifatin Nisa, dan Ayu Waruli Chastelo, meraih
kesempatan mengikuti kuliah satu semester di Rangsit University (RSU)
Thailand dalam program student mobility. Ketiganya akan menimba
ilmu di salah satu perguruan tinggi di Thailand yang fokus pada
pengembangan teknologi, kewirausahaan, keuangan, dan manajemen dari
Agustus – Desember 2014.Kepala Urusan Hubungan Internasional IBI Darmajaya, Rahmalia Syahputri, di Bandarlampung, Minggu, 24 Agustus 2014, mengatakan tahun 2014 menjadi tahun pertama IBI Darmajaya mengirimkan mahasiswanya untuk menjalani program student mobility ke Thailand.
Rahmalia berharap, belajar langsung dari salah satu perguruan tinggi terbaik di Thailand, akan bisa menjadi pengalaman yang berarti bagi mahasiswa, baik dalam bidang keilmuan, sosial maupun budaya.
"Rangsit University merupakan salah satu kampus terkemuka di Thailand, karenanya beruntung sekali kami bisa menjalin kerja sama dengan universitas ini dan mengirimkan mahasiswa untuk belajar langsung di sana," katanya.
Rangsit University (RSU) yang berdiri pada tahun 1995 ini, dikenal karena keunggulan akademik dan standar pengajaran internasional. Perguruan tinggi tersebut telah terakreditasi penuh oleh Komisi Pendidikan Tinggi Pemerintah Thailand dan menempati kategori tertinggi dalam audit jaminan mutu yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan serta Kantor Standar Nasional Pendidikan dan Penilaian Mutu Thailand.
Universitas Rangsit memiliki jumlah mahasiswa sekitar 30 ribuan orang dengan fasilitas ruang kuliah dan zona administrasi, perpustakaan dan pelayanan akademik, pusat kesehatan dan rumah sakit, ilmu pengetahuan dan teknologi zona, kelompok bangunan ilmu-ilmu sosial, pusat olahraga, dan zona pendukung kampus.
Menurut Rahmalia, dengan segala keunggulan yang ditawarkan, tiga mahasiswa IBI Darmajaya sangat beruntung bisa berkesempatan kuliah di RSU melalui program student mobility yang digulirkan IBI Darmajaya.
Selama menjalani masa perkuliahan, kata Rahmalia, mereka akan mengikuti beberapa mata kuliah sesuai dengan jurusan masing-masing, seperti jurusan Manajemen akan mempelajari manajemen operasi, aspek hukum bisnis dan dasar-dasar akuntansi. Sedangkan untuk jurusan Sistem Informasi, mahasiswa akan mempelajari basis data terdistribusi, data warehouse, dan sistem informasi.
Dia berharap kepada mahasiswa untuk bisa memanfaatkan program student mobility sebaik mungkin. Apalagi, kata dia, Universitas Rangsit merupakan salah satu perguruan tinggi di Thailand yang fokus pada pengembangan teknologi, kewirausahaan, keuangan, dan manajemen. Hal ini tak jauh berbeda dengan IBI Darmajaya yang juga fokus dalam pengembangan teknologi dan bisnis.
"Adanya kesamaan ini, tentunya mahasiswa harus bisa memanfaatkan waktu selama perkuliahan dengan baik agar menambah khasanah pengetahuan dan ilmu sesuai dengan jurusan yang mereka ambil," ujarnya.
Rahmalia menyatakan, selain student mobility, IBI Darmajaya juga bekerja sama dalam bidang pertukaran dosen, penelitian bersama, dan pertukaran kebudayaan dengan universitas ini.
Mahasiswa UTeM Malaysia Kuliah di IBI Darmajaya

BANDAR LAMPUNG---Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya akan didatangi mahasiswa program pertukaran pelajar atau student mobility dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Mereka akan menempuh studi selama satu semester di IBI Darmajaya yang merupakan bentuk kerjasama IBI Darmajaya dan UTeM. Lima mahasiswa UTeM akan tiba di Lampung pada 10 September dan akan bergabung dengan ribuan mahasiswa baru IBI Darmajaya lainnya untuk mengikuti Orientasi Studi (Ories) pada 11 September. Lima mahasiswa UTeM tersebut diantaranya Muhammad Fadhil Hafiz, Mohd Juzaidi, Fatin Nabiha, Nur Syifaa, Siti Umairah.
Kedatangan lima mahasiswa UTeM merupakan kelanjutan program student mobility setelah sebelumnya, lima mahasiswa IBI Darmajaya yang beruntung mengikuti program yang merupakan satu-satunya di Provinsi Lampung ini diantaranya, Sherli Trisnawati (mahasiswi Fakultas Komputer jurusan Teknik Informatika), Rike Ratnasari (mahasiswi Fakultas Komputer jurusan Sistem Informasi), M. Dany Wijaya (jurusan Teknik Informatika), Zakiah Permata Sari (jurusan Sistem Informasi), Reli Yanto (Jurusan Teknik Informatika). Pada Juni 2012, lima mahasiswa IBI Darmajaya telah menyelesaikan studi satu semester di Fakulti Teknologi Maklumat dan Komunikasi (FTMK) UTeM dengan perolehan nilai akademik yang memuaskan.
Setelah masa studi mahasiswa pertukaran pelajar selama satu semester tersebut selesai, maka mahasiswa IBI Darmajaya lainnya akan kuliah ke UTeM di pertengahan bulan September ini. Mereka adalah Ade Wahyu Kurniawan dan Rizal Safii. Keduanya berasal dari jurusan Teknik Informatika dengan masing-masing berada di semester enam dan semester empat.
Rektor IBI Darmajaya DR.Andi Desfiandi., SE.,MA mengatakan berkuliah di negeri orang dan berbaur dengan semua orang dari banyak kalangan dan suku bangsa menjadi impian dan nilai lebih tersendiri ketika mahasiswa telah menyelesaikan masa studinya. “Untuk menjawab kebutuhan itu, IBI Darmajaya, sesuai mottonya yakni, “One Step Ahead Toward Globalization”, dan merupakan titik awal mewujudkan world regocnized university di tahun 2023, telah memulai langkah besar yaitu mengirimkan mahasiswa IBI Darmajaya untuk bisa melakukan student mobility dan kuliah selama satu semester di negeri Jiran Malaysia,” ujar Andi Desfiandi, Senin (3/9).
Kepala Biro Pemasaran, Humas, Kerjasama, dan International Office Rahmalia Syahputri, S.Kom.,M.Eng.Sc mengatakan nilai mata kuliah yang didapat selama kuliah di UTeM akan diakui di IBI Darmajaya, begitu pula sebaliknya. Mahasiswa akan bertempat tinggal di asrama mahasiswa agar dapat berbaur dan belajar berbagai kultur budaya mahasiswa dari berbagai Negara. Selain itu, disediakan sarana transportasi dari asrama ke kampus (PP). “Dipilihnya UTeM sebagai mitra IBI Darmajaya karena perguruan tinggi tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari Dirjen Dikti untuk bekerja sama dengan IBI Darmajaya,” ujar Rahmalia.
Rahmalia menambahkan IBI Darmajaya telah bekerjasama pula dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), untuk melakukan kegiatan industrial training yang merupakan padanan kegiatan magang atau praktek kerja lapangan (PKL) selama satu minggu di pusat kegiatan entrepreneurship UKM Malaysia pada 8-13 September mendatang. Sebanyak 16 mahasiswa IBI Darmajaya dan dua orang dosen pendamping akan mengunjungi UKM dalam kegiatan tersebut. Kemudian, pada semester depan, mahasiswa dari UKM akan melakukan kunjungan balasan ke IBI Darmajaya dalam program kerjasama tersebut. Selain itu, IBI Darmajaya sedang menjajaki kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi lain di luar negeri di bidang pengabdian masyarakat, riset, dan pengembangan kompetensi dosen. (*)
IBI Darmajaya Jajaki Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Di Perancis

BANDAR LAMPUNG---Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Perancis. Hal itu terungkap saat Campus France, yang merupakan sebuah badan di bawah naungan Kedutaan Besar (Kedubes) Perancis di Indonesia yang membidangi masalah pendidikan, berkunjung ke IBI Darmajaya dan menggelar sosialisasi mengenai sistem pendidikan dan meraih beasiswa di perguruan tinggi ternama di Perancis.
Acara yang berlangsung di Gedung B Pascasarjana IBI Darmajaya belum lama ini dihadiri antusias oleh segenap civitas academica IBI Darmajaya mulai jajaran pimpinan, kepala biro, kepala jurusan, dosen, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Kemahasiswaan (Orkem), Himpunan Mahasiswa (Hima), serta puluhan mahasiswa lainnya.
Rektor IBI Darmajaya DR. Andi Desfiandi, SE.,MA mengatakan IBI Darmajaya, sesuai mottonya yakni, “One Step Ahead Toward Globalization” dan merupakan titik awal mewujudkan world regocnized university di tahun 2023 telah mendapatkan pengakuan akan kredibilitas IBI Darmajaya tidak hanya pada level nasional, tetapi juga level internasional. Diantaranya, sejak tahun 2008, IBI Darmajaya bekerjasama dengan Higher Education Learning Philosofy (HELP) University College (HUC) Malaysia dan University Teknologi Malaysia Malaka (UTeM), Universitas Kebangsaan Malaysia serta penjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi di negara-negara lainnya. “Ditambahkan dengan kehadiran Campus France, kami senantiasa mendukung sepenuhnya dan menyambut baik penjajakan kerjasama IBI Darmajaya dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi ternama di luar negeri. Salah satunya di Perancis,” ujar Andi, Senin (8/10)
Penanggungjawab Campus France Jakarta Anton Hilman mengatakan pihaknya mengunjungi IBI Darmajaya, untuk menginformasikan segala hal mengenai pendidikan di Perancis. Seperti jumlah puluhan universitas negeri dengan sekitar lebih dari 300 jenis bidang studi yang tersedia dan tersebar di berbagai wilayah di Perancis. Juga tentang program beasiswa yang bisa diperoleh calon mahasiswa. “Kami sedang menjajaki kerjasama dengan IBI Darmajaya untuk menindaklanjuti kegiatan ini. Kami berharap adanya minat dan keinginan dari para mahasiswa dan dosen untuk berkuliah di Perancis,” harapnya.
Adapun bentuk kerjasama tersebut adalah melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen. Sehingga dengan adanya kerjasama, maka dimungkinkan mahasiswa, dosen, dan karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi dan kemampuan akademik dapat menuntut ilmu di Perancis dengan biaya yang terjangkau.
Anton menambahkan semua ijasah lulusan perguruan tinggi di Perancis diakui baik oleh pemerintah Indonesia melalui Dirjen Dikti Diknas dan diakui secara internasional. Lembaga-lembaga pendidikan tinggi Perancis menawarkan program pendidikan (setingkat S1, Master/S2, dan Doktor/S3) yang diakui secara internasional. Salah satu kekayaan dari lembaga-lembaga tersebut terletak pada keragaman jurusan dan pelatihan.
“Di seluruh penjuru Perancis, terdapat lembaga-lembaga pendidikan berkualitas, dalam berbagai bidang, baik berupa universitas, sekolah teknik, sekolah bisnis, institut, maupun sekolah bidang pemerintahan. Semuanya menawarkan pendidikan berdurasi singkat maupun panjang, yang berorientasi pada penelitian atau tenaga siap kerja di perusahaan-perusahaan. Keunggulan program-program tersebut tercermin dari keberhasilan yang telah diraih para lulusannya, diantaranya, di bidang ilmiah (hadiah Nobel), teknologi dan industri (ruang angkasa-antariksa, komunikasi, transportasi, energi, dan lainnya) serta budaya,” papar Anton. Selain mengunjungi IBI Darmajaya, Campus France juga mengunjungi universitas negeri dan kampus swasta lainnya di Lampung. (*)

